7 Fakta Unik Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di provinsi jawa timur yang sedang naik daun akhir akhir ini. Kabupaten berjuluk “ The Sunrise of Java” ini terletak di ujung timur pulau jawa. Itulah kenapa banyuwangi di juluki “The Sunrise of Java” karena banyuwangi yang pertama kali merasakan cahaya sunrise di pulau jawa. Kabupaten banyuwangi juga berbatasan dengan 3 kabupaten yaitu kabupaten bondowoso, situbondo, dan jember.

Kabupaten yang mempunyai banyak wisata yang indah ini memiliki beberapa fakta yang cukup unik. Berikut ini fakta unik tentang kabupaten banyuwangi.

1. Kabupaten terluas di pulau jawa.

Memiliki luas sekitar 5.782,50 km^2 menjadikan banyuwangi kabupaten terluas di jawa timur bahkan di pulau jawa. Mulai dari daratan tinggi hingga rendah ada di kabupaten banyuwangi. Sebelah utara dan selatan banyuwangi tertutupi oleh alas yang angker. Sedangkan barat dan timur kabupaten banyuwangi adalah pegunungan dan laut.

ada beberapa jalan untuk bisa masuk ke banyuwangi. 3 melalui jalur darat, 2 lagi melalui jalur udara dan laut. Untuk jalur darat. Pertama anda bisa lewat jember yang nantinya nantinya tembus daerah banyuwangi selatan. Yang kedua anda bisa lewat situbondo yan nantinya tembus daerah banyuwangi utara. Dan yang terakhir lewat bondowoso yang nantinya bisa langsung ke kawah ijen. Dan untuk jalur laut anda akan berlabuh di pelabuhan ketapang. Sedangkan jalur udara anda akan mendarat di bendara blimbingsari.

2. Penghasil ikan Terbesar kedua di Indonesia

dari tahun ke tahun banyuwangi selalu konsisten menjadi penghasil ikan terbesar setelah bagan siapiapi. Banyuwangi memiliki 309 Unit Pengelolah Ikan (UPI). Dan daerah yang paling banyak menghasilkan ikan adalah Muncar. Disini terdapat pelabuhan perikanan.

3. Memiliki Suku dan Bahasa Sendiri

Meskipun di banyuwangi terdapat beberapa suku seperti suku Madura, suku bali, suku tionghoa, suku arab,dan suku mandar. banyuwangi tetap memiliki suku asli yaitu suku Osing. Suku osing merupakan sub suku dari suku jawa. Mereka menggunakan bahasa osing sebagai bahasa kesehariannya. Bahasa osing adalah salah satu ragam tertua bahasa jawa. Suku osing banyak di temukan di kecamatan rogojampi, songgon, kabat, giri, glagah, dan kalipuro. Serta desa desa lainnya.

4. Mempunyai banyak tradisi dan Budaya

Menjadi perlintasan dari jawa ke bali membuat banyuwangi disinggahi suku suku lainnya. Hal ini membuat banyuwangi memiliki banyak tradisi dan budaya. Diantaranya

– Upacara Adat Dan Kesenian Tradisional Seblang
– Upacara Adat Dan Kesenian Tradisional Rebo Wekasan
– Upacara Adat Dan Kesenian Tradisional Kebo-Keboan
– Upacara Adat Petik Laut
– Upacara Adat Puter Kayun
– Upacara Adat Barong Ider Bumi
– Upacara Adat Tumpeng Sewu
– Upacara Adat Obor Belarak
– Upacara Adat Gredoan
– Upacara Adat Pager Wesi
– Upacara Adat Endog-Endogan
– Kesenian Tari Tradisional Gandrung
– Kesenian Tari Tradisional Padang Ulan
– Kesenian Musik Tradisional Angklung Caruk
– Kesenian Musik Tradisional Gedogan
– Kesenian Musik Tradisional Patrol
– Kesenian Mocoan Lontar Yusuf
– Kesenian Kuda Kecak

5. Memiliki Wisata yang Lengkap

Berada di perbatasan antara laut, gunung, pantai, dan hutan membuat banyuwangi memiliki tempat tempat yang indah untuk dijadikan rekreasi. Berikut ini beberapa wisata alam dan buatan di banyuwangi.

– Kawah Ijen
– Pantai Boom
– Pantai Plengkung
– Pantai Rajegwesi
– Pulau Merah
– Watu Dodol
– Teluk Hijau
– Pantai Lampon
– Pantai Blimbingsari
– Rawa Bayu
– Tabuhan Island
– Air Terjun Lider
– Wisata Osing
– Wisata arung jeram Kali Badeng
– Taman Blambangan
– Taman Sritanjung
– Taman Tirtawangi
– Alam Indah Lestari
– Taman Nasional Alas Purwo
– Taman Nasional Merubetiri
– Savanna Sadengan

6. Mempunyai Banyak Kuliner Khas Asli Banyuwangi

Banyak kuliner yang bisa anda ditemui di Banyuwangi, mulai dari masakan,minuman, jajanan, hingga oleh oleh yang itu aseli dari Banyuwangi.

Masakan
Sego tempong
Sego cawuk
Sego Gecok
Sego Golong
Sate Kalak
Pecel Pitik
Sambel Lucu
Jangan Kelor
Jangan Kesrut
Jangan Pakis
Jangan Lobok
Jangan Lompong
Jangan Bobohan
Jangan Jawar
Jangan Leroban
Jangan Pol
Jangan Klenthang
Jangan Bung
Pelasan Oling
Pelasan Uceng
Peceg Lele
Uyah Asem Pitik
Kupat Lodoh
Pindang koyong
Bothok Simbukan
Bothok Tawon
Ayam Pedas Genteng
Rujak Letog
Sambel Pedho
Sambel Pindang
Sambel Pete
Oseng-oseng Pare
Bindol Pakem
Tahu Petis
Wiyongkong
Rujak soto
Pecel Thotol
Lak – lak

Jajanan Pasar
Bagiak
Kelemben
Satuh
Manisan Cerme
Manisan Pala Kering
Manisan Tomat
Manisan Kolang-kaling
Ladrang
Kacang Tanah Open Asin
Dodol Salak
Sale Pisang Anggur
Loro Kencono
Karang Emas
Kolak Gepuk
Widaran
Wiroko
Petulo
Ketan Kirip
Onde – Onde

Minuman
Secang
Selasih
Ronde
Angsle
Caok
Setup Semarang
Kolak Duren
Kopi Luwak
Kopi Lanang
Kopi Kemiren

Oleh-Oleh
Awug (iwel-iwel)
Lanun
Serabi Solo
Dodol garut
Jenang Kudus
Jenang Bedil
Jenang Mutioro
Jenang Selo
Ketot
Apem Takir
Lak-lak
Precet
Sumping
Bikang
Setupan Polo

7. Peringkat ke Tiga Nasional Dalam Angka Perceraian

memiliki populasi sebesar 2.100.000 jiwa (2012) membuat resiko perceraian di kota banyuwangi begitu banyak. Angka perceraian di kabupaten banyuwangi menempati posisi kedua di jawa timur setelah kota Surabaya dan menempati peringkat ketiga nasional setelah indramayu dan Surabaya.

pada tahun 2014 terdapat 7.106 pasangan yang mendaftarkan perceraian ke pengadilan dan 6.798 yang telah melakukan putus cerai.

7 Fakta Unik Kabupaten Banyuwangi | sirot | 4.5