7 Makanan dan Minuman Palsu yang Pernah Beredar di Indonesia

Dalam dunia jual beli kadang apapun dilakukan untuk mendapatkan untung yang sebanyak – banyaknya, meski melanggar hukum dan merugikan konsumen beberapa oknum pedagang nekat memalsukan barang dagangannya. Salah satu yang sering dipalsukan adalah makanan dan minuman yang sering dipalsukan, dengan kemasan menarik dan meyakinkan makanan dan minuman palsu inipun dijajakan dengan mudah. Apalagi kesannya harganya lebih murah sehingga membuat konsumen melirik untuk membelinya. berikut ini ada beberapa kasus makanan palsu yang pernah beredar di indonesia.

Air Zam Zam Palsu

Yang pertama adalah air zam zam palsu, penyidik polres Jakarta pusat menggrebek dua pabrik penghasil air zam zam palsu di keramat jati, Jakarta timur dan di sreng sreng Jakarta barat. Penggrebekan ini bermula dari kecurigaan dan adanya informasi masyarakat tentang adanya air zam zam palsu yang dijual di rumah ruko di kawasan tanah abang Jakarta pusat.

Untuk mengelabuhi konsumen, air zam zam diberi tempelan stempel bandara agar terlihat seperti barang impor dari arab Saudi. Namun isinya bukan air zam zam asli melainkan hanya air mineral biasa. Dari hasil penyelidikan pemilik toko tersebut, diketahui ada dua pabrik penghasil air zam zam palsu, dalam penggerebekan itu polisi menyita setidaknya 30 dus air zam zam siap edar, dua karung kemasan plastic, tiga kantong plastic derijen kosong 350 ML, beberapa gallon air mineral dan beberapa barang bukti lainnya.

Para tersangka berhasil di amankan oleh pihak berwajib, mereka dijerat undang – undang kesehatan, undang – undang perlindungan konsumen, dan undang – undang pangan dengan hukuman lima tahun penjara.

Madu Palsu

Berikutnya adalah madu palsu, fakta mengungkapkan bahwa 80 persen madu yang beredar di pasaran ternyata madu oplosan alias madu palsu. Bahan campurannya banyak menggunakan bahan – bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Rupanya minat masyarakat akan madu justur membuat beberapa oknum memalsukannya.

Permintaan akan madu mencapai 30.000 ton per tahunnya, namun Indonesia hanya mampu memproduksi madu murni sebanyak 8000 ton. Celah inilah yang membuka peluang madu sintetik atau madu palsu. Sekilas memang sulit membedakan botol madu asli dan palsu. Namun tentu saja madu palsu dijual dengan harga miring, ironisnya konsumen justru tergiur dengan harga murah tersebut.

Madu palsu ini memiliki kadar madu hanya 10 hingga 20 persen saja selebihnya adalah campuran bahan kimia berupa sitrun, air, pengental, pewangi essens, dan juga putih telur. Meskipun dijual tanpa label dan sertivikasi dari BPOM madu palsu ini laku keras di pasaran.

Karena itulah kita sebagai konsumen harus jeli dan teliti dalam membeli madu karena bukan tak mungkin madu palsu ini akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Telur Palsu

Berikutnya adalah merekam peredaran telur palsu di tanah air, salah satunya adalah telur asin palsu . tekur asin ini dibuat dari telur kualitas buruk atau telur asiran yang tak seharusnya diperjual belikan , telur asiran adalah telur yang gagal dibuahi selama 18 hari proses pengeraman. Telur ini invertil karena tidak mengandung embrio ayam yang sehat.

Meski bisa dikonsumsi, telur asiran ini sudah kehilangan sebagian besar kandungan gizinya, bahkan proteinnya hanya tersisa tiga persen saja. Salah satu pedagang nakal adalah dengan menjual telur aspir ini dengan kondisi matang atau dijadikan telur asin asin. Telur palsu ini pun hanya dihargai 500 rupiah perbutir.

Meski murah, telur palsu ini bisa membahayakan kesehatan. Ini karena pedagang menambahkan pewarna tekstil untuk mewarnai cangkang telurnya. Setelah diamplas menggunakan serbuk kelapa, telur – telur ayam ini direbus dalam larutan zat pewarna sintetis hijau. Sedangkan rasa asinnya diperoleh dengan menyuntikkan garam kedalam telur.

Tak hanya telur asin palsu, ada juga telur ayam kampung palsu. Caranya adalah dengan menyulap telur ayam buras berukuran kecil, telur ayam buras ini diputihkan dengan menggosok menggunakan air cuka. Asam dalam cuka akan mengikis lapisan telur, sehingga tampilan telur hampir mirip dengan telur ayam kampung. Telur amplasan seperti ini sangat rentan terinfeksi bakteri salmonella penyebab typhus.

Saus Palsu

Ratusan botol dan drum berisi saos cabe diamankan petugas dari tempat pengolahan saos oplosan milik warga di desa namorape kabupaten deliserdang , Sumatra utara. Selain mengamankan saos oplosan, petugas juga menyita 4 tonk diduga berisi zat berbahaya. Bahan penyedap makanan ini dicampur dengan zat pewarna tekstil.

Setelah dikemas saos oplosan ini kemudian dijual di pasaran, para tersangka dan barang bukti yang disita petugas kini diamankan di mapolda Sumatra utara untuk penyidikan lebih lanjut. Polisi masih melakukan pengembangan dengan mengambil sample saos oplosan tersebut ke laboratorium.

Ikan Segar Palsu

Ikan adalah salah satu makanan yang disukai masyarakat Indonesia , tapi sebagai konsumen kita harus lebih berhati hati dalam memilih ikan . ini karena sebagian oknum yang ingin mendapatkan untung besar dengan menjual ikan busuk dipasaran. Dengan sentuhan disana sini ikan busuk ini disulap menjadi ikan segar, padahal ikan segar palsu ini tak layak dikonsumsi manusia.

Untuk menjualnya, ikan segar beraroma tak sedap ini disejajarkan dengan ikan segar lainnya. Hal ini membuat kebereadaan ikan busuk tersamarkan. Cara lainnya adalah dengan menyuntikkan daging ikan lainnya kedalam ikan busuk. Alat suntiknya pun di peroleh dari tempat sampah. Sebelum disuntikkan daging yang sudah dihaluskan dicampur dengan cairan pelekat. Agar ikan terlihat segar pelaku menggunakan pewarna pakaian, tidak hanya tertipu dengan mahalnya penggunaan bahan terlarang ini mampu memicu penyakit seperti kanker. Selain itu, suntik bekas menjadi fasilitas bagi berbagai penyakit untuk mengalir kedalam ikan segar palsu ini.

Abon Sapi Palsu

Abon sapi adalah salah satu makanan yang praktis untuk dikonsumsi bersama nasi. Namun beberapa tahun silam terkuak merek abon sapi yang terbuat dari babi hutan, bahkan ada beberapa abon sapi bermerek yang terbukti mengandung daging babi hutan.

Secara kasat mata memang sulit membedakan antara abon sapi asli dan abon sapi palsu, ini dikarenakan babi hutan memiliki tekstur daging yang mirip dengan sapi. bila sudah diolah sangat sulit untuk membedakan kedua jenis daging tersebut.

Teh Kemasan Palsu

Minum teh dalam kemasan biasanya menjadi pilihan praktis ketika dahaga datang, namun peluang untuk mengeruk keuntungan dalam teh kemasan ini dimanfaatkan oleh oknum – oknum nakal. Mereka memproduksi teh dalam kemasan palsu selama bertahun tahun .

Aksi jahat mereka ini terbantu oleh para pemulung yang biasa mengumpulkan botol botol bekas. Botol botol ini pun dicuci bersih agar Nampak baru, setelah itu diisi dengan teh palsu yang diracik menggunakan gula dan teh celup murahan atau kadal warsa.

Agar tak membutuhkan teh yang terlalu banyak, warna tekstil pun digunakan ditambah borak sebagai pengawetnya.

7 Makanan dan Minuman Palsu yang Pernah Beredar di Indonesia | sirot | 4.5