6 Presiden yang Berani Menyumbangkan Gajinya Demi Kesejahteraan Rakyatnya

Pemimpin negara atau pemimpin wilayah seperti presiden, perdana menteri atau gubernur merupakan sosok yang mengemban amanah rakyat. Seyogyanya mereka harus melayani rakyatnya dan menjadi teladan. Selain itu pemimpin tersebut diharapkan dekat atau peduli terhadap rakyatnya. Presiden indonesia saat ini yang bernama Joko Widodo dikenal dengan tindakannya yang mengejutkan seperti saat hari ulang tahun jakarta ke 486 di 2013, presiden yang berusia .54 tahun ini tak canggung mengenakan kostum unik yang mirip kaisar di cina yang terbuat dari bahan ramah lingkungan.

Saat merayakan ulang tahun ibu kota indonesia tercinta ini jokowi menunggangi kuda menyusuri jalurnya karnaval dari balai kota menuju bundaran HI di jalan MH Thamrin. Dari atas kuda itu jokowi terus menerus melontarkan senyum dan lambaian tangannya ke masyarakat jakarta. Selain itu, untuk menunjukkan kedekatannya dengan rakyat jakarta, saat memberikan sambutan di lapangan silang, monas, jakarta pusat. Jokowi menggunakan bahasa betawi walau dengan logat jawanya yang kental.

Lalu bagaimana dengan aksi pemimpin lainnya seperti para presiden? Berikut ini 7 Presiden yang merakyat

Obama (AS) – Sumbangkan Sebagian Gajinya

Apa yang dilakukan obama, presiden amerika serikat satu ini mungkin bisa menjadi contoh untuk para pemimpin. Akibat krisis ekonomi yang melanda negeri paman sam itu, sejak 1 maret 2013 obama menyumbangkan 5 % dari total gaji tahunannya ke anggaran pemerintah amerika serikat.

Dalam setahun obama mendapatkan gaji 3,9 miliar rupiah, jadi dia akan menyumbangkan Rp 180 juta untuk anggaran negara.

Obama melakukan hal ini dengan sukarela karena simpati terhadap masyarakat yang terkena imbas pemotongan anggaran negara. Atas pemangkasan anggaran pemerintah itu para pegawai negeri sipil bisa mendapatkan pengurangan gaji sampai kemungkinan buruk kena di PHK.

Ahmadinejad (Iran) – Hidup Sederhana

Mantan presiden iran mahmoud ahmadinejad ternyata merupakan salah satu pemimpin negara yang patut dicontoh. Pria yang resmi menjadi presiden iran pada tahun 2005 ini kabarnya hanya memiliki satu rumah sederhana seluas 175 meter persegi dan mobil keluaran 1977.

Ketika baru menempati jabatannya ia meminta pembantunya menggulung karpet antik peninggalan persia di istana negara. Karpet itu diganti dengan karpet biasa. Menariknya di saat menjadi presiden di kala itu ia menolak kursi VIP di pesawat ke presidenan. Tak hanya itu ia lebih suka tidur beralaskan karpet dan selimut walaupun berada di hotel mewah.

Presiden ke enam iran itu juga tak mengijinkan anak – anaknya menggunakan mobil, rumah, listrik maupun fasilitas yang dibiayai uang rakyat. Bagi ahmadinejad ia menempati dirinya sebagai pelayan dan pengabdiannya sebagai presiden adalah sebuah pertanggung jawaban yang berat yakni melayani bangsa iran.

Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

J.F Kennedy – Menyumbangkan gaji untuk amal

John F.Kenedy merupakan salah satu mantan presiden amerika serikat yang terkanal. Presiden ke 35 negara adikuasa itu pun juga dikenal menolak pemberian gaji untuk keperluan ppribadinya. Saat itu gaji presiden amerika serikat sebesar 994 Juta rupiah dengan tambahn 180 juta rupiah.

Kenedy lebih suka menyumbangkan gajinya untuk amal, kecintaannya terhadap orang miskin terlihat dari segala kebijakan yang dia keluarkan. Salah satunya adalah ia berusaha meningkatkan upah dan memperbaiki kondisi kerja.

Nelson Mandela (Afsel) – Menyumbangkan Gajinya

Selanjutnya adalah nelson mandela, pemimpin terkemuka pembebasan afrika selatan dari kolonialisme dan apartei. Penerima nobel perdamaian ini memang dikenal sebagai sosok yang sederhana. Begitu juga ketika ia menjadi presiden di tahun 1994, mandela rutin memotong gajinya untuk dianggarkan ke anggaran sosial.

Bahkan mantan presiden yang nyaris meninggal di pertengahan juni 2013 ini kemudian mennyerahkan sepertiga gajinya untuk membantu anak – anak kelaparan. Rumah mandela di johanesberg, afrika selatan maupun di desa asalnya kumuh, terbilang sederhana dan tak ubahnya dengan rumah masyarakat umum. Padahal sejak dahulu ia adalah sosok yang disegani dunia.

Tahun 1994, ketika negerinya didera hutang warisan presiden rezim sebelumnya. Mandela menyerukan pejabat negerinya untuk mengencangkan ikat pinggang, dan sebagai langkah awal ia memulai dengan memotong gajinya sendiri dan gaji wakil presiden demi kesejahteraan rakyatnya.

Lee Myung Bak (Korsel) – Menyumbangkan Gajinya

Lain lagi dengan yang dilakukan mantan presiden korea selatan lee myung bak. Pria berusia 71 tahun ini rela menyumbangkan seluruh gajinya selama menjabat lima tahun untuk orang tidak mampu dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini bukan kali ini terjadi, lee yang menjabat sebagai presiden sejak 25 februari 2008 telah sejak lama akrab dengan kegiatan amal. Mantan CEO di perusahaan konstruksi dengan kekayaan berlimpah ini juga menyumbangkan gajinya saat menjabat wali kota seoul pada periode 2002-2004 silam. Saat itu gajinya disumbangkan untuk anak – anak pembersih jalan dan petugas kebakaran.

Saat berkampanye menjadi capres, Lee pernah berjanji untuk menyumbangkan kekayaan pribadinya yang bernilai lebih dari 298 miliar kepada orang miskin.

Herbert Hovers (AS) – Mennyumbangkan Gajinya

Lain lagi aksi presiden amerika serikat yang patut di contoh, presiden amerika serikat ke 31 yaitu hobert hovers dikenal telah aktiv di dunia amal jauh sebelum dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di amerika serikat. Saat perang dunia ke satu terjadi, hoover bersama komite yang didirikannya menggelontorkan dana lebih dari 9,9 Trilliun rupiah untuk memberi makan 11 juta warga belgia yang kelaparan.

Meski demikian ia menolah sejumlah penghargaan karena kegiatan amal yang dilakukannya. Saat ia menjabat sebagai presiden negeri paman sam periode 1929- 1933 hoover menolak menerima gaji. Ia lebih memilih menyumbangkan gajinya untuk kegiatan amal, sikap itu membuat hoover tercatat sebagai salah satu presiden amerika serikat yang dermawan.

6 Presiden yang Berani Menyumbangkan Gajinya Demi Kesejahteraan Rakyatnya | sirot | 4.5