7 Aksi Nekat Demi Bertemu Presiden Indonesia

Bagi sebagian orang, bertemu muka dengan orang nomer satu di indonesia merupakan pengalaman yang membanggakan. Disisi lain, ada pula orang yang ingin bertemu dengan orang nomer satu di Indonesia karena kecewa dengan aparat hukum dan pemerintah di daerahnya. Sehingga ia menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada presiden.

Dengan berbagai cara, beberapa orang berikut ini rela melakukan aksi nekat demi bisa bertemu presiden republic Indonesia. berikut ini informasi mengenai 7 perjuangan untuk bisa bertemu presiden Indonesia.

Yudi Karyono, Tempuh Jogja – Jakarta dengan Egrang Demi Misi Mulia


Pria bernama yudi karyono tengah melakukan perjalanan unik. Warga panambahan kraton Jogjakarta tersebut naik egrang dari Jogjakarta ke Jakarta demi bisa bertemu dengan presiden jokowi. Tak sekedar bertemu presiden, pria 52 tahun ini mengenalkan permainan tradisional egrang yang sudah mulai dilupakan. Ia juga ingin bertemu dengan menteri pendidikan dan kebudayaan anise baswedan dan meminta agar kembali mengangkat kebudayaan lama yang mulai ditinggalkan masyarakat.

Yudi memulai perjalanannya mulai rabu 10 juni 2015 sekitar pukul 8 lewat 40 menit waktu Indonesia bagian barat. Di kantor kecamatan keraton oleh camat keraton Jogjakarta. Ia bahkan membuat engrang khusus yang terbuat dari besi agar bisa tahan lama dan tidak mudah rusak. Yudi memperkirakan bahwa dirinya membutuhkan waktu setidaknya satu setengah bulan agar bisa ke istana Negara. Ia memiliki target dalam sehari dapat menempuh jarak 20 KM.

Mario Steven Ambarita, Menyusup Roda Pesawat dari Pekanbaru ke Jakarta Demi Bertemu Presiden Jokowi

Berikutnya adalah aksi nekat yang menggegerkan tanah air awal awal april 2015 lalu. Seorang pemuda asal pekanbaru riau bernama Mario stevan ambarita nekat menyusup ke roda pesawat garuda Indonesia dengan nomer penerbangan GA177 yang terbang dari pekanbaru menuju Jakarta.

Kepada petugas ia nekat naik ke roda pesawat menuju Jakarta untuk bertemu dengan presiden joko widodo atau jokowi. Saat dibawa petugas, pemuda berusia 21 tahun itu masih terhiung saat berjalan. Hal ini dikarenakan ia pingsan akibat kekurangan oksigen saat ia terbang dari pekanbaru menuju Jakarta di rongga roda pesawat.

Dari rekonstruksi terlengkap sebelumnya, Mario mengintai jadwal penerbangan terminal. Setelah itu ia menuju ke samping terminal. Dan dari sana ia bisa mengintip pesawat tanpa ada larangan dari petugas. Dari sana Mario kemudian menuju kawasan kargo bandara untuk menanti pesawat yang akan berangkat. Bahkan saat dalam pengintaian, Mario sempat tertidur di masjid kemudian terbangun saat mendengar pesawat yang akan berangkat.

Melihat pesawat tersebut, Mario kemudian menuju ujung landasan dengan memanjat pagar pembatas serta menerobos hutan yang berada di sekitar areal bandara. Kebetulan di kawasan itu, pagar tidak berduri serta sepi dan tidak ada penjaga. Alhasil Mario pun menginap ke ruang roda belakang bagian kanan pesawat saat pesawat tersebut berhenti di ujung run away saat bersiap untuk lepas landas.

Kusno Hadi, Jalan Mundur Malang – Jakarta Demi Presiden Jokowi

Untuk ke tujuh kalinya seorang paruh baya dari kota malang jawa timur berjalan kaki menuju ibu kota Jakarta. Kali ini tujuannya adalah bertemu dengan presiden joko widodo . uniknya , pria ini berjalan kaki dengan cara mundur menuju Jakarta. Berbekal kaca spion, sandal cadangan , dan uang saku secukupnya. Kusno hadi berhjalan mundur menuju ibu kota Jakarta. Tujuannya Cuma satu, bertemu langsung dan bersalaman dengan presiden terpilih joko widodo.

Untuk menempuh perjalanan jauh ini, kusno berlatih selama tiga bulan. meski sempat cedera pada kaki kiri, ia pun tetap yakin sampai di Jakarta dengan selamat. Aksinya ternyata bukan yang pertama kali. Ia sudah enam kali ke Jakarta ingin bertemu langsung dengan para presiden RI dengan mengayuh becak dan berlari. Namun baru gusdur dan megawati yang ditemuinya. Ia pun berharap, perjalanan ke tujuhnya ini bisa membuatnya bertemu dengan presiden jokowi.

Fransiskus, Memanjat Sutet Demi Bertemu Presiden SBY

Senin 15 april 2013 lalu seorang pria bernama fransiskus nekat memanjat menara sutet setinggi 50 meter dan bertegangan 150 ribu volt di jalan keramat buder senen Jakarta pusat. Aksinya ini dilakukan sebagai protes karena merasa tidak ada penyelesaian kasus tanah seluas 2 setengah hektar di flores, Nusa Tenggara Timur yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik Uap atau PLTU.

Tiga bulan sebelumnya, ia mencoba mencari keadilan atas tanah miliknya tersebut namun tak digubris. Pria 40 tahun ini berupaya bertemu dengan presiden SBY untuk mengadukan kasusnya tersebut. Namun tidak kesampaian. Aksinya tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Lelaki paruh bayah it uterus bertahan diatas menara sutet tersebut selama beberapa hari. Dengan penjagaan polisi yang terus berpatroli dibawah menara.

Helman Kamal Husein, Berjalan Keliling Indonesia Demi Bertemu Presiden SBY

sa

Kemudian ada helman kamal Husein, usia yang sudah menginjak setengah abad tak membuatnya patah semangat. Diawali dengan keingin tahuannya dengan kekayaan alam dan budaya di seluruh Indonesia, pria berusia 53 tahun ini berpetualang berkeliling Indonesia dengan berjalan kaki dan ingin bertemu dengan presiden susilo bambang yudhoyono.

Hanya dengan bermodalkan uang 200 ribu rupiah, tas ransel berisi perbekalan, dan bendera merah putih. Warga asal surabaya, jawa timur ini memulai perjalanannya sejak 25 november 2010 dengan tujuan Jakarta. Selain itu, pulau jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, ambon, irian jaya, NTT, NTB dan bali telah dilaluinya dengan berjalan kaki.

Untuk makan dan perbekalan yang diperlukan selama ini helman mengaku mendapatkan pemberian dari orang yang simpati terhadap aksinya. Lama melakukan perjalanan, ayah satu anak ini singgah ke kantor bupati, walikota, dprd, polres atau dinas pariwisata utuk meminta surat keterangan bahwa ia sudah sampai ke daerah tersebut.

Helman mengaku sudah pernah singgah ke istana Negara Jakarta pada awal 2012 lalu. Namun gagal bertemu dengan presiden SBY yang saat itu melakukan kunjungan ke luar negeri dan hanya ditemui wapres budiono.

Aksi Jahit Mulut dan Membakar Diri Demi Bertemu Presiden Jokowi

Rifky apriyanto, pria ini sempat membuat panic sejumlah orang di halaman istana merdeka Jakarta pusat pada awal November 2014. Pria ini kecewa karena tidak didengar dan tak berhasil bertemu dengan presiden jokowi. Ia pun berniat untuk membakar diri.

Sebelum nekat melakukan aksi bakar diri, rifqky bersama empat temannya melakukan aksi jahit mulut saat berangkat dari riau ke Jakarta untuk mendemo bupati kampa riau agar segera di proses karena terlibat korupsi dengan nilai triliunan rupiah.

Saat melakukan demo, tubuh rifqy sudah dalam keadaan basah dengan bensin yang didapatnya dari botol air minuman kemasan yang dibawa di ranselnya. Ketika pria asal riau itu mengeluarkan botol air mineral ukuran satu liter, dan menyiramkan bensin ke tubuhnyaa. Petugas pun langsung mengamankan pelaku dan rekan rekannya. Sesaat sebelum ia merogoh korek api didalam tas ranselnya.

Kakek Nenek dan 4 Cucu Berjalan Kaki dari Klaten ke Jakarta Demi Bertemu Presiden

Sepasang suami istri bernama sutrisno dan suwarsi nekat berjalan kaki dari klaten jawa tengah menuju Jakarta untuk menemui presiden SBY. Dalam perjalanannya menuju Jakarta, pasangan suami istri yang berusia 66 tahun dan 58 tahun ini juga mengajak empat cucunya yakni suhartadi (19), alif nur (11), sujabar sidiq (9), serta bambang (4,5). Mereka berangkat dari klaten sejak tangga 12 november 2012 lalu.

Mereka menuntut keadilan kepada presiden, komnas ham, dan mahkama agung atas kasus perusakan rumahnya yang dilakukan sekelompok orang dan oknum polisi pada tahun 1998 silam. Pasca perusakan rumahnya itu, sutrisno sempat melaporkan kasus tersebut tapi anehnya, justru ia yang ditahan dan dijadikan tersangka oleh polisi. Sementara para pelaku perusakan masih bebas berkeliaran hingga saat ini.

Motif perusakan rumah diduga karena sutrisno telah membongkar penyelewengan keuangan yang dilakukan oknum perangkat desanya pada masa itu. Akibat peristiwa tersebut, dirinya kehilangan tempat tinggal dan kehilangan pekerjaan. Sutrisno berharap, presiden berkenan menerima kedatangannya serta dapat mengambil keputusan yang tepat sehingga dirinya mendapatkan keadilan yang selama 11 tahun didambakannya.

7 Aksi Nekat Demi Bertemu Presiden Indonesia | sirot | 4.5