6 Kisah Mengharukan Korban Jatuhnya Pesawat Hercules

Selasa siang 30 juni 2015 masyarakat jalan jamin ginting medan dikejutkan dengan jatuhnya sebuah pesawat angkut TNI Hercules tipe c 130 dengan nomor A1310. Pesawat raksasa ini menimpa kompleks ruko tidak jauh dari simpang perumnas lima lingkar. Kecelakaan tragis ini menewaskan 122 orang penumpang dan kru pesawat serta 7 orang penduduk yang tertimpa pesawat. Inilah kisah korban dibalik jatuhnya pesawat Hercules yang jatuh di medan.

Kopilot 1 Hercules Baru Menikah Dua Bulan Sebelum Pesawat Jatuh

Umur manusia memang tidak ada yang bisa memperkirakan, dewi wulandari tidak akan menyangka jika dia hanya bisa dua bulan merasakan indahnya pernikahan bersama suaminya Pandu Setiawan. Suaminya menjadi copilot herculas A1310 itu pergi meninggalkannya selamanya. Dewi dan pandu baru menikah pada 26 april 2015 dua bulan sebelum kecelakaan naas yang menimpa pandu.

Meskipun telah menikah mereka belum bisa tinggal berasama karena pandu masih bertugas di malang sedangkan dewi bekerja di Yogyakarta. Jarak jauh yang hanya bisa mengandalkan komunikasi lewat telephone, namun dua minggu sekali dewi berangkat ke malang untuk menemui suaminya. Malang sebelum pesawat Hercules jatuh, pandu masih mengirimkan pesan BBM kepada dewi yang isinya mengatakan ia mau tidur, setelah itu ia membalasnya namun tidak ada balasan lagi dari pandu. Itulah pesan terakhir pandu untuk dewi sebelum pergi selamanya.

Fachri Selamat Setelah Terhempas Dari Lantai 4 Gedung

Jatuh didaerah pemukiman membuat penduduk di sekitar juga terkena imbas kecelakaan Hercules A1310. Ahmad fachri salah satu korban yang terhempas ketika burung besi TNI tersebut jatuh. Saat itu fahri sedang mengecat sebuah rumah bersama temannya rahmad dan rizal, sebelum pesawat jatuh fahri sempat melihat pesawat tersebut yang tidak tahu hendak berbuat apa untuk mengelakkan diri.

Tubuhnya pun terhempas dari lantai 4, sementara rizal tidak mampu diselamatkan karena tertabrak pesawat. Rahmat temannya yang lain beruntung berada pada posisi yang jauh dari jatuhnya pesawat sehingga bisa melarikan diri. Fahri menderita lebam pada mata, dadanya terasa sesak karena banyak cairan yang memenuhi paru parunya. Cairan itu dikeluarkan dari selang yang dipasang di bagian dada sebelah kanan.

Selain itu kaki kanan fahri dibalut dengan perban karena sendinya terlepas. Meskipun menderita luka parah, fahri mengaku beruntung masih bisa hidup dan tidak bisa melupakan kejadian ini.

Keluarga Korban Identifikasi Jasad Anak Dengan Kontak Batin

Sema menjadi gelap bagi koptu indra putra ketika kabar tentang jatuhnya pesawat Hercules c130 nomor a1310 sampai ke telinganya, Disana ada sang istri arisanti dan kedua anaknya syahrul mufid dan nahya syifa. Begitu mendengar berita tersebut dia langsung berangkat dengan pesawat paling cepat menuju medan untuk mengidentifikasi anggota keluarganya.

Berat baginya karena seluruh kesayangannya sudah tiada. namun ia mengaku melakukan kontak batin kepada ketiganya sehingga ketiga keluarga berhasil dengan cepat diidentifikasi. Diantara ratusan peti jenazah, indra mendengar ada yang memanggilnya. Dia pun menuju ke jenazah yang tepat berada di pindtu, ketika ia mendekat dan melihat wajah korban dia mengenali rambut dan gingsul anaknya. Dia pun mengenali baju dan handfon korban.

Setelah mengidentifikasi putra pertamanya, indra berjalan lagi menemukan jasad sang istri dari aroma khas yang sudah lama dikenalnya. Meskipun tegar, indra tak kuasa menahan tangisnya. Masih dengan perasaan yang campur aduk ia mencari anak bungsunya. Dengan berdzikir ia mendengar ada yang memanggilnya dan akhirnya menemukan nahya putri bungsunya.

Ketiga jenazah yang teridentifikasi itu langsung dibawa ke langit suwondo medan untuk diterbangkan ke pekanbaru. Ketiga anggota keluarga dari indra ini hendaknya ingin berlibur ke riau, namun manusia hanya bisa berencana, tuhanlah yang menentukan. Ketiganya dipanggil tuhan dan tidak sempat menikmati liburan.

Adik Almarhum Bayu Perdana Mencium Bau Hangus Sebelum Kecelakaan

Salah satu korban kecelakaan pesawat Hercules C130 letnan bayu perdana merupakan putra pertama dari empat bersaudara. Anak kebanggan orang tua ini baru saja menikah 8 bulan yang lalu dan meninggalkan istri yang sedang hamil 7 bulan. sang istri selvi hanya bisa menangis melihat pemakaman suami tercintanya yang tidak bisa mendampinginya lagi hingga bersalin nanti.

Setelah pemakaman, ayah dari bayu perdana menceritakan sebuah firasat yang menghampiri adiknya ketika mengantarkan bayu bertugas. Menurut pengakuan ayahnya, adik bayu yang ikut mengantarkannya mencium bau hangus yang menusuk didalam mobil setelah mengantar bayu. Sang ayah yang tidak mencium bayu tersebut memeriksa keadaan mobil dan tidak ada yang bermasalah diluar maupun didalam mobil. Ternyata itu merupakan pertanda bahwa bayu akan mengalami kecelakaan yang meninggalkan mereka selamanya.

Calon Penumpang Lolos dari Maut Karena Tidak Jadi Berangkat

Firasat buruk membuat sinaga membatalkan recananya menumpang pesawat Hercules yang mengalami kecelakaan naas 30 juni 2015. Aloan Sinaga mengaku kalau abang kandungnya pendeta sahat sinaga yang akhirnya menjadi korban pesawat Hercules ingin mengajak keluarga termasuk dirinya untuk berlibur di pulau natuna.Namun ia tidak jadi ikut selain karena memiliki firasat buruk aloan sinaga tidak mendapat ijin libur dari kerjanya.

Meskipun bersyukur masih selamat, aloan tetap merasakan duka yang mendalam karena sang abang serta sanak keluarganya berada dalam pesawat dan menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut. Sebelum kejadian aloan sempat bermimpi, dalam mimpinya dia menghadiri salah satu pemakaman abangnya. Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan, aloan mendengar kabar kecelakaan itu ketika berada didalam bus menuju jambi.

Setelah mendengar kabar buruk itu, aloan langsung turun dari bus dan kembali ke medan untuk menunggu jenazah abangnya.

3 Tahun Berpisah Dengan Anak, Akhirnya Bertemu di Ruang Jenazah

Pernikahan yang tidak bisa diselamatkan membuat harawati bergusar dengan anaknya ivan ganda tua situmorang. Selama 3 tahun, ivan yang tinggal dengan ayahnya marasi situmorang tidak pernah bertemu sekalipun dengan ibunya. Ayahnya yang bertugas di natuna menitipkan ivan tinggal bersama neneknya di kabupaten simalomon , Sumatra utara.

Tahun ini ivan berencana melanjutkan sekolah menengah pertama di kabupaten natuna tempat ayahnya bekerja. Ivan dan sang ayah menjemput berencana menumpang pesawat Hercules naas itu untuk berangkat ke natuna. Sayang rencana tersebut akhirnya kandas karena mereka ikut jatuh dan tewas di medan. Sang ibu mendengar berita ini langsung ke rumah sakit adam malik sambil membawa baju yang ditinggalnya selama 3 tahun.

Baju itu hendaknya diberikan kepada ivan ketika mereka bertemu. Kerinduan ibu yang merindukan anaknya memang kesampaian namun ia hanya bisa bertemu dengan jenazah anaknya itu.

6 Kisah Mengharukan Korban Jatuhnya Pesawat Hercules | sirot | 4.5