7 Kuliner paling ekstrem dan sadis yang Ada di China

4 Kuliner paling ekstrem dan sadis yang Ada di China – China memang punya tradisi kuliner yang luhur, tak heran jika dikenal hingga ke seluruh dunia. Tetapi negara ini juga gudangnya makanan ekstrem, antara lain aneka masakan dari daging anjing dan kucing saat Festival Yulin yang menjadi pemberitaan dunia. Tak hanya anjing dan kucing yang digunakan dalam kuliner tradisional China. Katak, laba-laba, keledai hidup, buaya, dan ular juga diolah menjadi masakan yang katanya berkhasiat seperti obat. Penasaran kuliner ekstrem apa saja yang bisa ditemui di China? Berikut ini beberapa di antaranya.

4 Kuliner paling ekstrem dan sadis yang Ada di China

1. Hasma


Potongan makanan serupa jeli putih di dalam gambar adalah hasma, kadang disebut juga harsmar dan hashima. Hasma adalah bahan makanan tradisional China yang terbuat dari saluran rahim katak, terutama katak rumput Asia betina (Rana chensinensis) yang ditangkap menjelang musim semi. Katak seperti ini konon memiliki jaringan lemak tebal yang diperlukan untuk reproduksi saat musim semi.

Hasma banyak diproduksi di daerah Heilongjiang, Jilin. Biasanya saluran rahim katak ini dijual dalam keadaan kering dan sudah dipotong-potong. Teksturnya kenyal seperti jelly jika sudah direndam dalam air, namun masih menyisakan sedikit bau amis. Karena itu biasanya disajikan dengan pepaya atau dijadikan bahan campuran sup manis, dipadukan dengan jujube (sejenis kurma merah khas China), buah lengkeng, atau biji teratai. Hasma biasanya juga menjadi bahan utama San xue Tang atau ‘sup tiga salju’ yang terdiri dari pir China dan jamur salju.

2. Hotpot daging anjing


Gambar di atas adalah sejenis hotpot yang dibuat dari daging anjing di daerah Guilin. Seperti diketahui bersama, konsumsi daging anjing merupakan bagian dari budaya China sejak berabad-abad lalu. Daging anjing dianggap memiliki khasiat obat, antara lain bisa menghangatkan tubuh di musim dingin.

Sebenarnya perdagangan daging anjing untuk kebutuhan konsumsi sudah dilarang oleh pemerintah China. Namun larangan resmi pemerintah tak membuat budaya makan daging anjing luntur. Setiap tahun, jutaan anjing dan kucing diperdagangkan dan disembelih untuk kebutuhan konsumsi. Jumlah ini memuncak saat Festival Yulin di mana warga China berpesta pora dengan menyantap daging anjing dan kucing.

3. Huo Jia Lu

Menurut Cracked, huo jia lu adalah hidangan asal China yang berarti ‘keledai hidup’. Keledai yang masih hidup dipegangi dan diikat kakinya. Kemudian tanpa disembelih terlebih dahulu, daging keledai dipotong-potong dan disajikan.

Ada juga variasi huo jia lu yang lebih kejam, yaitu jiao lu rou. Untuk menyiapkan hidangan ini, keledai dikuliti hidup-hidup, kemudian disiram air mendidih hingga dagingnya matang.

Entah apa alasan di balik metode pengolahan yang kejam ini. Yang pasti, baik huo jia lu maupun jiao lu rou bukan termasuk masakan yang bakal dihidangkan di restoran atau kedai makanan China.

4. Sup ular

Sup yang diolah dari daging ular merupakan makanan penghangat tubuh saat musim dingin. Kuliner yang satu ini cukup digemari warga Hong Kong dan dianggap sebagai hidangan mewah. Biasanya disajikan di restoran yang khusus menyajikan daging reptil segar di daerah Kowloon. Pelanggan bisa memilih sendiri ular hidup yang disediakan dari kandang, kemudian juru masak akan memotong, menguliti, dan mengolah dagingnya menjadi berbagai hidangan.

Sup ular dibuat dari daging ular yang sudah disuwir-suwir. Konon rasanya lezat seperti daging ayam. Selain itu dianggap memiliki khasiat yang lebih tinggi daripada daging lainnya.

Itulah deretan hidangan paling ekstrem dan sadis yang bisa kamu temui kalau mampir ke negeri China.

7 Kuliner paling ekstrem dan sadis yang Ada di China | sirot | 4.5