Bahaya Terlalu Sering Menghirup Abu Vulkanik

Bahaya Terlalu Sering Menghirup Abu Vulkanik – Disaat gunung yang sedang aktif akan meletus, gunung tersebut akan memberikan dampak negative bagi keberlangsungan makhluk hidup disekitarnya seperti tumbuh tumbuhan, hewan dan tentunya manusia. Karena itulah gunung berapi yang aktif memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia, baik dari segi finansial, ekonomi, sosial, sampai pada kesehatan yang diakibatkan oleh material material yang dikeluarkan oleh gunung tersebut.

Salah satu yang memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia adalah ketika menghirup abu vulkanik. Abu vulkanik sendiri memiliki kandungan seperti silika, mineral, dan bebatuan. Unsur yang paling umum adalah sulfat, klorida, natrium, kalsium, kalium, magnesium, dan fluorida. Ada juga unsur lain, seperti seng, kadmium, dan timah yang bisa berakibat buruk bagi kesehatan manusia. Partikel-partikel abu vulkanik juga berbentuk cukup tajam. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada tubuh kita, seperti iritasi kulit, iritasi mata, dan gangguan pernafasan (jika abu masuk ke dalam paru-paru kita).

Bahaya menghirup abu vulkanik

Tidak hanya gangguan cerna, Tjandra yoga yang merupakan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, menyatakan masih ada lima penyakit yang perlu diwaspadai. Penyakit itu adalah ISPA, pneumonia, bronkitis, dan infeksi saluran napas bawah lainnya.

Lalu kenapa penyakit penyakit tersebut bisa terjadi ketika menghirup abu vulkanik? Berikut ini penjelasannya.

Kesehatan Pernapasan

Menghirup abu vulkanik sangat berbahaya bagi kesehatan terutama bagi pernapasan. Material debu yang masuk ke melalui saluran pernapasan bisa menimbulkan iritasi saluran pernapasan hingga infeksi, yang dikenal dengan istilah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut). Paparan debu vulkanik pada saluran pernapasan juga bisa menyebabkan efek akut pada penderita penyakit pernapasan seperti asma, bronkhitis dan enfisema (penyakit paru obstruktif kronik / PPOK).

Beberapa gejala yang dapat timbul pada pernapasan setelah menghirup debu vulkanik antara lain:

  • Iritasi saluran pernapasan
  • Sekresi dahak meningkat
  • Iritasi dan radang pada tenggorokan
  • batuk kering
  • Dada sakit dan kesulitan bernapas, serta gejala asma

Jika anda atau orang di dekat anda mengalami gejala tersebut, segera amankan ke tempat yang terbebas dari paparan debu vulkanik untuk mencegah efek yang lebih buruk pada pernapasan.

Gangguan Penglihatan

Tekstur debu atau abu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Debu vulkanik memiliki sudut kristal yang meruncing atau tajam, sehingga dapat menggores dan menyebabkan iritasi. Selain berbahaya jika terhirup, debu tersebut juga dapat menyebabkan gangguan pada mata. Selain menyebabkan iritasi, debu vulkanik juga dapat merusak lapisan kornea pada mata.

Beberapa gejala yang bisa timbul pada mata antara lain:

  • Iritasi mata (mata memerah)
  • Mata terasa gatal dan/atau perih
  • Air mata keluar terus menerus
  • Abrasi pada kornea mata karena goresan oleh debu vulkanik, sehingga mata menjadi perih

Gunakan kaca mata untuk melindungi mata anda ketika harus berada pada daerah yang terpapar debu vulkanik. Jika debu masuk ke mata, jangan mengucek atau menggosok mata karena justru dapat menyebabkan goresan pada lapisan kornea mata.

Iritasi Pada Kulit

Material vulkanik, yang mengandung zat-zat berbahaya seperti gas CO, H2S, SO2, juga bisa menyebabkan gangguan pada kulit. Walaupun kasusnya cukup jarang dan lebih sering terjadi pada orang dengan tipe kulit sensitif. Efek buruk yang terjadi pun umumnya bersifat ringan, berupa iritasi dan kemerahan pada kulit yang terpapar, namun cukup membuat penderitanya tidak nyaman.

Mencegah Bahaya Kesehatan yang Diakibatkan oleh Menghirup Abu Vulkanik

Untuk mencegah terjadinya dampak buruk bagi kesehatan yang disebabkan oleh menghirup abu vulkanik, khususnya debu dan abu vulkanik, gunakanlah masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung. Ini dilakukan sebagai langkah meminimalisir paparan debu dan abu vulkanik pada saluran pernapasan.

Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan seperti asma atau sakit paru, penggunaan masker sangat diutamakan, dan segeralah mengamankan diri ke tempat yang cukup terhindar dari paparan material vulkanik. Anak-anak dan lansia juga harus diutamakan untuk menggunakan masker pengaman.

gunakan kaca mata untuk melindungi mata agar tidak terjadi iritasi dan gangguan penglihatan. Menggunakan pakaian yang tertutup (celana panjang dan baju yang menutup seluruh lengan) juga disarankan untuk mencegah gangguan kulit yang bisa disebabkan oleh debu dan abu vulkanik.

Selain itu, cuci dengan bersih semua makanan, buah, sayur, segera berobat ke sarana pelayanan Kesehatan bila dirasakan ada yg sakit seperti batuk, sesak nafasnya, iritasi mata dan kulit dan lakukan pola hidup bersih dan sehat.