Di Negara Ini, Ulama Menganjurkan Warganya Tidak Berpuasa

Di Negara Ini, Ulama Menganjurkan Warganya Tidak Berpuasa – Hampir 700 orang dinyatakan tewas dalam tiga hari setelah gelombang panas mendera Pakistan. Rumah sakit sudah menyatakan kondisi darurat karena jumlah korban terus bertambah. Sekitar 612 orang korban tewas di rumah sakit pemerintah di Karachi provinsi su, sementara 80 lainnya meninggal di rumah sakit swasta.

Suhu udara di Negara ini mencapai 45 derajat celcius namun jumlahnya diprediksi akan bertambah. Perdana mentari Pakistan noah syarief menyerukan tindakan darurat yang memerintahkan otoritas bencana nasional untuk melakukan langkah tangkap darurat. Menurut keterangan dokter semi jameela kepada IFB, rumah sakit pendidikan kedokteran pasca sarjana telah merawat lebih dari 3000 pasien.

Di Negara Ini, Ulama Menganjurkan Warganya Tidak Berpuasa

Banyak rumah sakit di banjiri warga yang pingsan karena terpapar panas tinggi. Di provinsi puncak, 7 orang meninggal karena suhu panas dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Tak hanya petugas medis, tentara pun membantu mendirikan pusat pusat penanganan suhu panas. Namun para pejabat dikritik karena tidak melakukan langkah yang memadai untuk mengatasi krisis itu. Penduduk meluapkan kemarahan karena terjadi pemadaman berulang sehingga pendingin udara atau AC mati. Situasi semakin memburuk ketika warga kehabisan air di siang hari.

Gelombang panas di Pakistan terjadi saat warga di Negara muslim terbesar itu menjalankan ibadah puasa. Sejumlah ulama menyampaikan imbauan orang orang yang lemah secara fisik bisa absen dalam puasa. Sedangkan pemerintah provinsi mengumumkan libur nasional agar penduduk tetap berada di dalam rumah.

Mayoritas Korban Adalah Warga Berusia Lanjut

Al-jazeera melaporkan dari Islamabad, mayoritas korban adalah warga berusia lanjut dan miskin serta tinggal di jalan jalan. Pasukan para militer Pakistan telah membangun camp camp kesehatan di beberapa titik di Karachi untuk menyediakan air dan garam agar tidak dehidrasi.

Suhu di Karachi biasanya hanya 32 derajat celcius, suhu normal tubuh adalah 37 derajat celcius hingga 38 derajat celcius. Jika suhu meningkat hingga 39 sampai 40 derajat celcius maka otak akan memerintahkan kerja otot untuk melambat dan menjadi cepat lelah. Sedangkan pada suhu 40 hingga 41 derajat celcius terjadi kelelahan parah dan jika diatas 42 derajat maka tubuh akan berhenti bekerja. Hahl ini karena proses kimia didalam tubuh akan terpengaruh sel sel memburuk dan aka nada resiko kegagalan organ tubuh. Bahkan suhu tidak bisa berkeringat dalam suhu itu karena aliran darah ke kulit berhenti sehingga mengakibatkan seseorang kedinginan dan tak berkeringat.

Pingsan karena suhu panas atau heat stroke terjadi saat suhu mencapai lebih dari 42 derajat celcius. Sehingga diperlukan tenaga ahli medis secepatnya.

Ulama – Ulama Membolehkan Warganya Tidak Berpuasa

Seperti yang disebutkan tadi, bahwa ditengah bencana gelombang panas itu menerpa Pakistan hingga memakan korban 750 orang. Mufti Muhammad naid mengeluarkan fatwa yang membolehkan warga muslim membatalkan puasa saat ramadhan atau tidak berpuasa ini. mufti asal Karachi itu menyatakan warga boleh berbuka jika nyawanya terancam. Naid membantah fatwanya akan menimbulkan kontroversi. Menurutnya, jika dokter ahli menyatakan nyawa seseorang terancam akibat hawa panas maka mereka tidak berpuasa atau bisa membatalkan puasanya. Fatwa ini berlaku kondisional, tergantung kondisi seseorang. Bukan untuk semua kalangan. Sebab ketika nyawa terancam, saat tubuh kita butuh asupan makanan maka syariat boleh membolehkan kita untuk makan.