Hari Pendidikan Nasional Diperingati dengan Pembunuhan Pelajar

Hari Pendidikan Nasional Diperingati dengan Pembunuhan Pelajar – Pada tanggal 2 Mei 2016, Indonesia merayakan hari Pendidikan Nasional. Bukannya diperingati dengan hal – hal yang baik, malah para pelajar di Indonesia mencoreng hari pendidikan dengan peristiwa berdarah. Tepat di hari itu, seorang mahasiswa asal medan membunuh dosennya gara – gara skripsi. Dia melukai leher dan menebas tangan dosennya hingga tewas.

Hari Pendidikan Nasional Diperingati dengan Pembunuhan Pelajar

Sebelum membunuhnya, pelaku yang berinisial RS terlibat cekcok dengan dosennya yang bernama Nurain Lubis (63). Setelah terlibat cekcok, dosen dari FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini menuju ke toilet. Lantaran tak terima dengan sikap sang dosen, pelaku menunggunya didepan kamar mandi lalu menghabisinya.

Kejadian serupa juga terjadi di Universitas Gadjah Mada (UGM), seorang petugas kebersihan kampus membunuh Feby Kurnia (19) mahasiswi semester 2 jurusan Geofisika FMIPA UGM. Motif pembunuhan ini terjadi karena pelaku mengininkan harta sang korban, diketahui pelaku yang berinisial EAN membunuh korban pada tanggal 28 April dan menaruh jasadnya di toilet paling ujung.

Sepintar – pintar pembunuh menyembunyikan korban, baunya tercium juga. Karena bau busuk yang menyengat, akhirnya jasad korban ditemukan pada tanggal 2 Mei. Tepat pada hari Pendidikan Nasional.

Tak hanya dari dunia kampus, pembunuhan juga terjadi pada siswi berusia 14 tahun yang masih duduk di bangku SMP. Kasus ini malah yang paling keji, sebelum dibunuh sang korban dibunuh oleh 14 remaja. Bahkan mereka memperkosanya hingga berkali – kali hingga sekarat lalu membunuhnya. Setelah tewas pun masih ada yang memperkosanya. Sungguh biadab para pelaku tersebut.

Hal ini membuktikan bahwa dunia pendidikan di Indonesia sedang kacau balau, pendidikan di Indonesia hanya membuat generasi pintar tetapi tidak beretika dan bermoral. Sudah terbukti bahwa output dari pendidikan di Indonesia mengalami penurunan karakter. Di sekolah, pelajaran tentang ahlak dan sopan santun hanya sekedar ada tidak mengajari dengan serius.

Di Jepang, anak – anak sejak TK diajarkan tata cara berperilaku sehari – hari yang baik. Agar berjiwa nasionalis, para siswa sering dibawa ke tempat – tempat bersejarah di Jepang. Dengan cara yang seperti itu, kini jepang menjadi negara yang maju.

Jika sistem pendidikan di Indonesia terus seperti ini, maka karakter bangsa Indonesia akan tetap seperti ini. Anda saja anak – anak Indonesia di sekolah diajarkan bagaimana tata cara hidup yang baik dan peduli dengan lingkungan pasti bangsa Indonesia menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa – bangsa lain.

Tapi apapun yang terjadi masih banyak juga generasi muda Indonesia yang harus diajarkan tata krama dan moral-moral yang bisa menjadi penerus bangsa yang benar-benar bisa membawa bangsa Indonesia ke pembaharuan yang bisa bersaing dengan bangsa-bangsa berkembang ataupun negara-negara maju di dunia. Tugas kita semua untk mulai mengajak ke arah kebaikan bagi semua generasi muda Indonesia.