Kata Bijak Islam

Di dalam kitab suci umat islam Al-Qur’an terdapat banyak sekali kata-kata indah yang memiliki makna luar biasa. Terdapat berbagai nasehat dan kata-kata bijak yang bisa diambil sebagai motivasi dan renungan untuk umat Islam. Sayangnya tidak semua orang bisa menelaah isi atau kandungan dari Al-Qur’an tersebut. Berikut ini beberapa kata bijak Islam yang terinspirasi atau diambil dari intisari Al-Qur’an.

Kata kata bijak Islam

Berikut 7 Kata-kata Bijak Islam dari Para Tokoh Dunia

1. Kejujuran akan memberikan banyak keuntungan

“Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 keuntungan, yaitu kepercayaan, cinta dan rasa hormat.” Sayidina Ali bin Abi Thalib.

Jujur sangat tinggi nilainya. Orang yang dalam kesehariannya selalu mengedepankan kejujuran, maka ia akan memperoleh 3 keuntungan sekaligus, yaitu kepercayaan, cinta dan rasa hormat. Lihat saja ke sekeliling kita, kita tentu saja akan lebih respek dengan orang yang telah terkenal sebagai orang jujur dalam berkata dan berbuat. Bahkan kita pasti akan merasa mencintai dan menghormatinya. Oleh sebab itu, senantiasalah untuk bersikap jujur, karena jujur tidak hanya tergolong perbuatan mulia, tapi juga menguntungkan bagi semuanya.

2. Sabar adalah kunci untuk berfikir secara cerdas dan bijak

“Ketahuilah bahwa sabar diibaratkan kepala dari tubuh seseorang. Jika kepalanya hilang, maka keseluruhan tubuh orang tersebut akan membusuk (mati). Sama halnya dengan jika kesabaran seseorang telah hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.” Sayidina Ali bin Abi Thalib.

Orang yang sabar, pastinya akan sangat berhati-hati dalam berbicara dan bertindak. Orang sabar lebih memilih diam sebentar sambil berfikir mana yang terbaik. Berbeda dengan orang yang tidak bisa sabar, maka perkataannya cenderung keras, frontal dan merugikan. Maka tidak heran jika Sayidina Ali bin Abi Thalib mengisyaratkan sabar dengan kepala. Bisa dibayangkan jika manusia tanpa kepala, pasti orang tersebut telah meninggal.

3. Agama adalah tiang kehidupan berbangsa dan merupakan sumber kehidupan

“Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.” Bediuzzaman Said Nursi.

Agama adalah cahaya kehidupan. Sebagaimana cahaya, maka ia bisa menerangkan bahkan menjadi sumber kehidupan. Bayangkan saja jika dunia ini tanpa cahaya, pastinya gelap dan manusia tidak bisa melakukan apa-apa pada malam hari. Kalau sudah begitu, maka akan mati. Itulah mengapa kata bijak dari Bediuzzaman Said Nursi ini mengatakan bahwa agama adalah sumber kehidupan.

4. Percaya kepada Allah merupakan kunci kesuksesan dunia dan akhirat

“Yakin kepada Allah merupakan harga dari segala sesuatu yang sangat mahal. Dan merupakan tangga bagi setiap tujuan yang tinggi dan agung.” Muhammad bin Ali Al Jawad.

Percaya kepada Allah


Tauhid. Percaya kepada Allah adalah kunci dari segala hal di dunia ini. Allah lah tempat kita kembali. Allah SWT sang penolong satu-satunya manusia. Allah SWT Sang Maha Besar dan ke 99 namaNya yang lain. Jadi, jika kita ingin terkabul segala sesuatunya, ingin hidup bahagia dunia dan akhirat, kuncinya adalah beriman kepada Allah SWT.

5. Bersyukur adalah ibadah yang paling ringan namun sangat bernilai harganya

“Ibadah orang merdeka itu tidak lain kecuali bersyukur kepada Allah. Bukan karena takut atau menginginkan sesuatu.” Ali Zainal Abidin

Di dalam Al-Qur’an tersebar banyak ayat Allah yang mengajak kita untuk senantiasa bersyukur. Pada hakikatnya bersyukur memiliki banyak sekali manfaat. Salah satunya adalah dengan bersyukur, maka Allah akan meningkatkan nikmat dan rezeki kita. Bahkan bersyukur juga termasuk ibadah, karena menghargai apa yang Allah berikan. Sebaliknya jika kufur nikmat atau kurang bersyukur adalah tanda orang tersebut tidak menghargai Allah. Meskipun terlihat ringan, nyatanya bersyukur tidak dimiliki semua orang. Hanya orang-orang yang benar-benar pernah merasakan manfaat bersyukur yang rajin melakukannya.

6. Manusia diibaratkan seorang tamu datang untuk meminjam

“Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu. Uangnya adalah pinjaman. Tamu pasti akan pergi, baik cepat ataupun lambat. Pinjaman itupun haruslah dikembalikan.” Ibnu Mas’ud.

Kata bijak Islam ini dimaksudkan untuk manusia yang dikirim ke bumi tidak lain sebagai seorang khilafah. Kita datang ke sini tidak membawa bekal apa-apa. Semua milik Allah. Harta benda, jabatan, keluarga dan semuanya hanyalah titipan. Maka harusnya kita sadar bahwa kita hanya perlu menjaga titipan, karena kematian sebagai misteri pasti akan menghadang kita dan memaksa kita untuk melepaskan semua yang telah dipinjamkan oleh Allah. Bahkan setelah kematian itu, Allah akan menghitung pinjaman yang diberikan kepada kita, apakah sewaktu di dunia pinjaman-pinjaman tersebut digunakan dengan baik atau sebaliknya. Semuanya ada hisab dan kita wajib mempertanggungjawabkannya.

7. Janganlah menjadi orang yang berlebih-lebihan dalam segala hal

“Cintailah kekasihmu secara sedang-sedang saja. Siapa tahu kelak dia akan menjadi musuhmu. Bencilah orang yang engkau benci secara biasa-biasa saja. Siapa tahu kelak dia akan menjadi kecintaanmu.”

Dalam ajaran islam, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Misalnya saja dalam mencintai seseorang, hendaklah kita tidak terlalu menggebu-gebu dalam mencintainya. Karena bisa jadi, suatu saat kita menemui masalah bersama orang terkasih tersebut dan berujung pada rasa benci, bahkan berpisah. Sebaliknya, jika kita sedang berselisih dengan seseorang, hendaknya tidak membencinya terlalu berlebihan. Karena bisa jadi suatu saat atas izin Allah, orang tersebut atau bahkan kita sendiri akan mendapatkan hidayah, sehingga perselisihan akan mencair. Bahkan hubungan kita dengan orang tersebut akan hangat.

Baca juga : Kata Bijak Cinta

Kata-kata bijak Islam dari beberapa tokoh di atas paling tidak telah membukakan kedua mata dan batin kita bahwasanya sebagai orang muslim kita harus senantiasa bersyukur, berjalan di jalan Allah dan mentaati segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Percayalah sepenuhnya kepada Allah, karena hanya Allah lah yang paling sempurna, tempat dimana kita akan kembali dan mengembalikan semua apa yang telah kita pinjam dari-Nya untuk hidup di dunia ini. Oleh sebab itu, kita tidak patut sombong dan berlebihan, karena semua ini hanyalah titipan yang pasti wajib dikembalikan.