Pemerintah Akan Kerjasama Dengan Toyota Dan Daihatsu Untuk Mesin Pertanian

Pemerintah Akan Kerjasama Dengan Toyota Dan Daihatsu Untuk Mesin Pertanian – Pemerintah akan melibatkan beberapa pihak untuk terlibat dalam produksi mobil pedesaan. Beberapa di antaranya adalah Toyota dan Daihatsu untuk memasok mesin mobil pedesaan. Indonesia sebagai negara agraris dan sebagai negara yang memiliki penghasilan dari sektor pertanian yang besar perlu adanya kesinambungan antara pemerintah dan pihak petani sebagai pengelola tanah pertanian yang dimilikinya.

Banyak di wilayah Indoensia yang proses pengelolaan ladang atau sawahnya sebagai penghasil sektor pertanian masih menggunakan peralatan tradisional. Dalam hal ini perlu keterlibatan pemerintah untuk lebih meningkatkan efisiensi kerja para petani dengan pengadaan peralatan atau mesin pertanian yang lebih praktis dan mudah penggunaanya. Peralatan atau mesin yang digunakan mulai dari membajak, menanam atau memanen hasil pertanian petani, diharapkan dengan menggunakan mesin ini akan meningkatkan produksi dari hasil panen pertaniannya.

Menurut Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), I Gusti Putu Suryawirawan, kerja sama ini untuk memasok mesin bagi mobil pedesaan.

Kerjasama Dengan Toyota Dan Daihatsu Untuk Mesin Pertanian


“Kita lagi coba untuk kerja sama dengan Toyota dan Daihatsu, mereka kan jual kendaraan terbanyak, terutama komponen kritikal seperti mesin dan transmisi. Itu lagi kita coba kerjasam akan karena enggak mungkin diproduksi sendiri,” ujar pria yang akrab disapa Putu ini kepada detikOto, Kamis (2/2/2017).

Putu belum bisa memastikan komponen dari produsen mobil asal Jepang itu bakal lebih murah karena untuk program pemerintah. Tapi yang jelas, mobil pedesaan ini bukan didesain untuk kepentingan komersil, namun dipakai untuk membawa alat mesin pertanian.

Misalnya, mesin perontok padi atau mesin penggiling biji-bijian.

“Kita enggak bisa menggunakan kriteria-kriteria komersial seperti kendaraan biasa, karena ini lebih didesain untuk membawa peralatan alat mesin pertanian, ketimbang mengangkut penumpang,” tutur Putu.

Selain produsen otomotif, produksi mobil pedesaan juga melibatkan pemerintah daerah, SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), universitas hingga pabrik perakitan lokal. Pemda akan terlibat dalam merekomendasikan SMK mana yang bisa ikut terlibat dalam produksi mobil pedesaan. Sedangkan universitas akan terlibat dalam proses desain.

Baca juga : Mobil China Wuling

Pemerintah Akan Kerjasama Dengan Toyota Dan Daihatsu Untuk Mesin Pertanian | Masgala | 2017